Survei Lanjutan ke Ensaid Panjang “Dua Telaga Satu Tiang”

Indonesia adalah negara yang kaya, kaya akan keberagaman budaya serta alam nya yang indah. Banyak keindahan alam yang masih belum banyak ditemui termasuk di Bukit Rentap yang berada di daerah Ensaid Panjang Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Tempat tersebut menjadi perhatian kami dari tim survei STKIP Persada Khatulistiwa karena memiliki daya tarik tersendiri. Selain bisa berkunjung ke rumah betang, kami juga bisa mengeksplor dua telaga yang ada di bukit rentap.

Sabtu 2 juni 2018, tim survei lanjutan Klub Menulis Pena LBBK melakukan kunjungannya ke Ensaid Panjang. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan oleh 6 orang yang diataranya adalah mahasiswa aktif STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Ketua rombongan bapak Gabriel Serani, S.S. M.Hum. yaitu juga sebagai Pembina Klub Menulis Pena LBBK yang juga ikut turut serta dalam survei kali ini.

Sebelum berangkat kami berkumpul di Taman Entuyut Sintang untuk memastikan semua anggota tim survei sudah lengkap dan berangkat bersama-sama.  Perjalanan kami lakukan pada jam 9 pagi menuju Kelam Permai. Setelah sampai di simpang Merpak, kami saling menunggu rekan-rekan yang masih jauh tertinggal. Tidak lama kemudian teman kami yang tertinggal Indra dan Chandara datang, kami pun segera melanjutkan perjalanan.

Perjalanan dari Kelam menuju Ensaid Panjang cukup memakan waktu yaitu sekitar 45 menit melewati jalan tanah kuning dan sedikit berbatu. Cuaca yang mendung tidak membuat semngat kami surut, perjalanan masih harus terus berjalan demi ekspedisi yang akan datang. Sekitar 20 menit perjalanan dari Kelam, kami berhenti di tepi jalan sejenak untuk istirahat. “pemandangan nya lumayan bagus juga” ungkap Dede merupakan salah satu anggota tim survei,  “ayo kita foto-foto dulu” saut Indra dengan lantang.

Setelah berfoto dan beristirahat kami kembali menunggangi kuda besi sebagai kendaraan dengan menempuh jalan yang berbatu dan sedikit berlobang. Beberapa menit kemudian tim survei sampai ketempat tujuan yaitu Ensaid Panjang. Ditempat tersebut kami disambut baik oleh warga yang tinggal di rumah betang Ensaid Panjang. Kami menyampaikan bahwa akan melakukan ekspedisi ke ensaid panjang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat oleh kelompok Klub Menulis Pena LBBK STKIP Persada Khatrulistiwa Sintang. Mendengar maksud dan tujuan kami tersebut akhirnya salah satu warga ikut bersama kami untuk survei tempat yang kemudian hari akan kami datangi.

Perjalanan menggunakan motor memakan waktu 10-15 menit menuju bukit rentap. Jalan yang dilewati berlumpur dan licin, tujuan kami adalah dua telaga yang pertama bernama telaga rendung dan berikutnya telaga bersurat. Kami menelusuri telaga rendung sekitar 20 menit sambil membersihkan badan karena terkena lumpur dan menikmati sejuknya air terjun yang turun dari puncak bukit. Setelah selesai survei di telaga rending, kami melanjutkan ke telaga yang ke dua yaitu telaga bersurat. Jaraknya tidak jauh dari telaga yang pertama. Di telaga yang kedua keindahannya tidak juga kalah cantik, karena di sini kita bisa menelusuri air yang mengalir melewati terjalnya kaki bukit.

Perjalanan yang cukup melelahkan tidak begitu berarti karena terbayarkan oleh keindahan alam yang ada. Menjaga dan melestarikan alam adalah hal yang wajib kita lakukan sebab banyak potensi-potensi yang masih bisa kita eksplorasi sambil menyelami keindahannya. Sepulang dari survei ini saya dan teman-teman tim survei memutuskan untuk selalu mencintai tanah air yang sudah ada sejak dulu  titipan dari nenek moyang kita terdahulu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*