UJI COBA MEDIA BELAJAR BAHASA DAYAK DESA

Kamis, 24 Agustus 2017 – Lembaga Bahasa dan Budaya Kalimantan (LBBK) mengadakan uji coba flash card dan buku mewarnai Bahasa Dayak Desa di PAUD Buah Rindang, Desa Umin Jaya Kecamatan Dedai. Uji coba diikuti oleh 13 anak TK B (usia 4 sampai 5 tahun) dan didampingi oleh 5 guru PAUD Buah Rindang. Flash Card berisi 32 kartu bergambar binatang dan keterangan nama binatang-binatang dalam Bahasa Dayak Desa. Sementara buku mewarnai berisi gambar hitam putih dari binatang-binatangpada flash card dalam ukuran yang lebih besar untuk diwarnai anak-anak 3sampai 6 tahun. Kedua media belajar bahasa daerah untuk anak usia dini itu dikerjakan oleh LBBK STKIP Persada Khatulistiwa dalam kerja sama dengan Toyota Foundation.

Desa Umin Jaya sengaja dipilih karena hampir semua masyarakatnya adalah penutur bahasa Dayak Desa. Bahasa Dayak Desa juga digunakan anak-anak baik di rumah maupun di sekolah. “Di Sekolah, kami menggunakan bahasa Indonesia. Tapi kadang-kadang kami juga memakai bahasa daerah karena anak-anak kurang mengerti penjelasan dalam bahasa Indonesia” tutur Anita, kepala PAUD Buah Rindang.

Anak-anak Sangat Interaktif

Tim dari LBBK tiba di PAUD Buah Rindang pukul 08.15. Anak PAUD (TK A dan TK B) sedang belajar. Mereka menggunakan Balai Desa yang dialihfungsikan sebagai ruangan belajar anak-anak PAUD, karena PAUD belum memiliki gedung sendiri. Setelah berdiskusi sejenak dengan kepala Sekolah dan Guru PAUD, disepakati flash card dan buku mewarnai akan disampaikan dalam bentuk pelajaran menggunakan bahasa Dayak Desa yang dipandu oleh Ibu Luri Tridawati, guru TK B.

Anak-anak yang semula tenang langsung aktif begitu flash card dan buku mewarnai dibagikan. Beberapa anak langsung mengeluarkan isi flash card dan menunjukan gambar-gambar flashcard kepada teman-temannya. Ketika gurunya membuka pelajaran dalam Bahasa Dayak Desa dan mengajak anak-anak untuk berbicara atau mendeskripsikan gambar menggunakan bahasa Dayak Desa, suasana kelas sontak ramai.

Anak-anak berebut menjawab pertanyaan guru tentang nama binatang pada gambar yang ditunjuk. Selain menyebut nama binatang dalam bahasa Dayak Desa, mereka juga fasih mendeskripsikan ciri-ciri fisik, menirukan bunyi, menyebutkan habitatnya bahkan menirukan gerak khas dari setiap gambar binatang yang ditunjukkan guru kepada mereka.

Setelah mendeskripsikan beberapa gambar binatang dalam flash card bersama gurunya, anak-anak diberi kesempatan untuk mewarnai gambar-gambar binatang pada buku mewarnai menggunakan pensil warna yang disiapkan oleh tim LBBK. Anak-anak dapat menyelesaikan satu gambar dalam buku mewarnai itu dengan hasil lumayan bagus.

Revitalisasi Bahasa Daerah

Dr. Herpanus, S.P.M.A, Ketua LBBK dan koordinator proyek Toyota Faoundation wilayah Sintang mengatakan bahwa pembuatan dan sosialisasi flash card dan buku mewarnai Bahasa Dayak Desa merupakan bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah. “Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan bahasa ibu kepada anak-anak sejak dini”, tutur Dr. Herpanus.Diharapkan dengan diajarkan di sekolah para orang tua maupun masyarakat dapat termotivasi untuk mengajarkan bahasa ibu kepada anak-anak atau generasi muda. “Jadi melalui pengajaran bahasa daerah kepada anak-anak sejak dini, kita tidak hanya menghidupkan kembali bahasa daerah di kalangan generasi muda, tetapi juga mendekatkan jarak antar generasi yang terancam pisah akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pungkas beliau.

Para Guru dan Orang Tua Antusias

Kepala PAUD dan para guru sangat antusias menyambut flash card dan buku mewarnai bahasa Dayak Desa tersebut. “Karena sudah ada media belajar, kita akan usahkan dalam sebulan ada dua atau tiga hari anak-anak belajar dalam Bahasa Dayak Desa” kata Kepala PAUD. Beberapa orang tua yang kebetulan hadir juga menyambut gembira kegiatan belajar dalam bahasa Dayak Desa. “Anak-anak sekarang sudah mulai lupa dengan bahasa daerah karena mereka sering ikut bahasa di TV dan bahasa orang di kota. Bagus pak! Supaya anak-anak tidak lupa dengan bahasa kita.” Kata salah satu orang tua siswa yang hadir. (Gabriel Serani)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*