GAWAI ADAT DAYAK DI RUMAH ADAT LAUT BELANTAU DUSUN EMPARU SINTANG

Lembaga Bahasa dan Budaya Kalimantan (LBBK) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa Sintang – Kalimantan Barat bekerja sama dengan Rumah Adat Laut Belantau menyelenggarakan Gawai Adat Dayak bertempat di Dusun Emparu Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Sabtu 1 Juli 2017. Acara tersebut diramaikan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat adat Emparu dan sekitarnya, diantaranya menyumpit, tarian dayak, silat tradisional, membunyikan gong, bekana, presentasi motif anyam dan begendang dengan sponsor dana dari STKIP Persada Khatulistiwa Sintang dan donatur lainnya.
Dr. Drs. Y.A.T. Lukman Riberu, M. Si dalam sambutannya membuka dan menutup acara tersebut, menekankan pentingnya adat dan budaya dalam hidup keseharian manusia. Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang ini, pesatnya pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, yang diiringi dengan persebaran nilai-nilai baru serta ilmu pengetahuan dan teknologi maju, menyebabkan nilai-nilai tradisi terdesak atau terdegradasi, tidak dipatuhi atau tidak dikembangkan lagi, baik oleh pendukungnya, maupun oleh orang lain di luar komunitas itu. Gejala lain, ketika masyarakat pendukung tradisi patuh mendukungnya, namun ternyata mendapat tantangan dari luar, seperti tidak adanya pengakuan dan penghormatan terhadap tradisi lokal, maka hal tersebut, tentunya akan memudahkan konflik sosial.
Menurut Ketua Perkumpulan Badan Pendidikan Karya Bangsa, yayasan pengelola STKIP Persada Khatulistiwa Sintang itu, agar hal itu tidak terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, maka penghayatan terhadap nilai-nilia budaya mutlak dilakukan, karena nilai-nilai tersebut menjadi ciri identitas masyarakat, yang berkaitan erat dengan otentisitas perilaku atau visi hidup masyarakat pendukung budaya lokal tersebut. Pentingnya memahami ‘nilai-nilai budaya’ sebagai energi sosial yang mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat, akan membentuk kinerja politik, ekonomi, penegakan hukum, pendidikan dan sosial suatu bangsa ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, dalam usaha untuk pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat, masyarakat adat setempat juga harus berperan penting dalam hal ini untuk menjadikan suatu daerah lebih baik, lebih sejahtera kehidupannya.
Selain masyarakat, pak Lukman juga menghimbau agar pemerintah daerah juga harus berperan dalam hal ini untuk membantu membina dan mengembangkan nilai nilai adat dalam rangka memperkaya, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional. Adat istiadat dan nilai sosial budaya dapat mempengaruhi masyarakat karena adat istiadat dan nilai sosial budaya merupakan salah satu modal sosial yang bila didayagunakan dengan optimal dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara nyata .
Dengan terjadinya transformasi sosial budaya akibat derasnya globalisasi, diperlukan adanya pemaknaan terhadap nilai dan pesan-pesan moral yang terkandung dalam keseluruhan budaya. Nilai-nilai budaya, tidak dapat diragukan lagi dapat berpengaruh besar terhadap kehidupan dan aktivitas masyarakat.
Untuk itu STKIP Persada Khatulistiwa Sintang sebagai sebuah perguruan tinggi swasta terbesar di sektor timur Kalimantan ini bersama dengan segenap cicivitas akademika dan seluruh potensi serta kemampuan yang dimiliki, harus mengambil peran dalam hal melestarikan adat dan nilai-nilai budaya agar tidak punah dan tetap langgeng serta lestari. Melalui berbagai upaya pelestarian, adat istiadat dan budaya diharapkan akan muncul generasi-generasi yang tangguh yang menghargai dan menjunjung tinggi budaya sendiri serta mampu mempertahankannya di tengah terpaan budaya asing yang datang menyerbu, pinta sang pendiri rumah adat Laut Belantau itu.
Selain dihadiri masyarakat adat Emparu, pemerintah desa dan peserta lomba, acara Gawai Adat Dayak tersebut dihadiri juga oleh pengurus yayasan yang diwakili oleh ibu Fidelia Hau Riberu, Ketua STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Drs. Rafael Suban Beding, M. Si. Wakil Ketua Bidang Non Akademik, Didin Syafruddin, S.P., M. Si dan juga para dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.
Acara Gawai Adat Dayak diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba oleh panitia dan rombongan dari STKIP Sintang. (Rafael Tapoona)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*