Pelatihan Tim Lapangan Proyek Attitudes Towards Language Choice and Ethnicity

Pelatihan dokumentasi dan revitalisasi bahasa Dayak Desa sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan proyek “Attitudes Towards Language Choice and Ethnicity: Multigenerational Divergence and Rapproachement” yang dibiayai oleh Toyota Foundation telah dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 14 – 18 Februari 2017. Sebanyak 4 peserta mengikuti kegiatan pelatihan tersebut setelah sebelumnya mereka harus melalui proses seleksi yang sangat ketat dalam tahap pendaftaran menjadi tim lapangan.

Kegiatan pelatihan dimulai pada hari Selasa, 14 Februari 2017 pukul 14.00 WIB. Pelatihan dibuka dengan perkenalan antar tim proyek dan tim lapangan. Prof. James T. Collins selaku konsultan proyek membuka pelatihan dengan memberikan pengenalan kepada tim lapangan mengenai proyek tersebut yang meliputi tujuan, anggota tim, lokas-lokasi proyek dan lain sebagainya.

Pada hari kedua, sesi pertama peserta dibekali materi tentang upaya revitalisasi bahasa yang dipaparkan oleh Prof. James T. Collins. Kemudian setelah memperoleh materi, peserta dibagi menjadi dua kelompok diskusi. Setiap kelompok merancang kegiatan-kegiatan yang dapat didokumentasikan untuk dijadikan sebagai bahan revitalisasi bahasa Dayak Desa. Selanjutnya pada sesi kedua, Dr. Herpanus memberikan materi mengenai tata cara pengambilan gambar, rekaman suara, dan video. Selanjutnya praktik perekaman mengakhiri kegiatan pelatihan di hari kedua tersebut.

Keesokan harinya, tim lapangan didampingi Dr. Herpanus dan Hendrikus Mangku berangkat menuju desa Kenyabur. Di desa Kenyabur, tim lapangan praktik mengambil bahan revitalisasi bahasa. Tim lapangan mendokumentasikan berbagai kegiatan yang menjadi rutinitas masyarakat setempat untuk dijadikan sebagai bahan revitalisasi.

Jumat pagi, peserta tiba kembali di tempat pelatihan pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di ruang microteaching 1 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang itu dilanjutkan dengan menyimak hasil rekaman yang telah dikumpulkan oleh tim lapangan.

Hari terakhir, tim lapangan diberikan pelatihan mengenai transkripsi. Peserta dikenalkan dengan berbagai aplikasi yang mendukung dalam proses transkripsi seperti aplikasi Elan. Setelah diberikan teori mengenai transkripsi, peserta langsung praktik mentranskripsi rekaman berbahasa Dayak Desa. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses pengambilan bahan revitalisasi bahasa. Sehingga dapat dijadikan bekal oleh tim lapangan ketika mengumpulkan bahan mengenai bahasa Dayak Desa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*